Friday, April 8, 2016

Memory


School  Memory Time Will not Ever Lost.
Abraço Colegas Loroasae, Salut Friends Lorosae



This blog, created especial for the Ex Student of SMPN 1 Dili, for unity matchless friends , though different countries, different races, different religions, but we are still one people one soul. Colleagues Lorosae.

21 years is a short time span, since we left junior high school in 1995. Many things have changed. True, we do have much left periods of "teenage half mateng" us, leaving all the memories of sweet, bitter; such silliness, banter, even humor-humor in her school uniforms, often for the majority of male students without equipped with a pair of shoes-alias nyeker only.


 Now, one by one the memories came back in our memories, when we realize that we are no longer young, no longer being a teenager responsibilities as before. Said the people, like plants, we have entered the age of the second-to say nothing of the old. Features, we began to prefer to remember past events, especially involving us. Or we begin to love to make and listen to songs of old memories when we were still young. Perhaps it was true. But do not forget, though age than numbers, now the time has arrived for the afternoon, even momentarily dusk lorosae sunrise on earth, and it must be admitted that there existed some friends who went before us. So hurry to prepare for 'everything'.So, like a nomad, plus our current age in elementary school, we are walkers away. We have traveled that may make us tired, exhausted, and now we expect the current lull to rest, if only for a moment. Or hope there is such a lake water, as an oasis of thirst-quenching taste the atmosphere or miss our last story. Of course, the time for so long proved to have succeeded in separating us, change a lot of things, because each of us have been busy with various activities with family and personal life has unwittingly make us oblivious of their peers.
 Now with the technology world more rapid progress, we can communicate smoothly returning friends, as proof that our friend is still there. Although it does not mean that our friends who could not communicate through social media or other communications. They remained there dwells in our hearts, either still there or deceased. For someone to be felt to be "No" when the person has passed away, or are far away on the eyelids, and we can only remember the kindness-kindness. While that was gone, I hope they get a decent place in his side. Therefore, while you can, let us face to face, we pemerkan our noses, as proof that we are still there, yet none; because we can still stay in touch, in contrast with our friends who are gone. Essentially, the long form is the age of our relationship, when we were still able to communicate with our friends.

Memori


Memori Waktu Sekolah Yang Tidak akan Pernah Hilang.


Abraço Colegas Loroasae, Salam Teman Teman Lorosae
Blog ini, semata mata dibuat untuk Alumni SMP N 1 Dili, untuk persatuan tiada tara teman teman se angkatan, meskipun beda negara, beda ras, beda agama, tapi kita tetap one people one soul. Kolega Lorosae. 

21 tahun bukanlah rentang waktu yang singkat, sejak kita meninggalkan bangku SMP di tahun 1995. Banyak hal telah berubah. Benar, kita memang telah jauh meninggalkan masa-masa “remaja setengah mateng” kita, meninggalkan semua kenangan manis, getir; berupa kekonyolan, olok-olok, bahkan kelucuan-kelucuan dalam balutan baju seragam sekolah, yang sering kali bagi sebagian siswa laki-laki tanpa dilengkapi dengan sepasang sepatu—alias nyeker saja.

 Kini, satu per satu kenangan itu muncul kembali dalam ingatan kita, saat kita menyadari bahwa kita sudah tidak belia lagi, sudah tidak lagi menjadi remaja tanggung seperti dulu. Kata orang, ibarat tumbuhan, kita telah memasuki usia kedua—untuk tidak mengatakan tua. Ciri-cirinya, kita mulai suka mengenang peristiwa-peristiwa masa lalu, terutama yang melibatkan kita. Atau kita mulai senang mencari dan mendengarkan lagu-lagu kenangan lama saat kita masih belia. Barang kali itu benar adanya. Tapi jangan lupa, meskipun umur sekadar angka, kini waktu asar telah tiba, bahkan sebentar lagi senja matahari terbit di bumi lorosae, dan harus diakui bahwa memang telah ada beberapa teman yang pergi mendahului kita. Jadi bergegaslah untuk mempersiapkan ‘segala sesuatunya’.
 Demikian adanya, seumpama pengembara, ditambah usia kita saat di bangku sekolah dasar, kita adalah pejalan jauh. Kita telah menempuh perjalanan yang bisa jadi membuat diri kita kelelahan, kehabisan tenaga, dan kini kita berharap ada saat jeda untuk beristirahat, meski cuma sejenak. Atau berharap ada semacam air telaga, sebagai oase pelepas dahaga rasa kangen kita pada suasana atau cerita lalu. Tentu saja, jarak waktu sekian lama terbukti telah berhasil memisahkan kita, mengubah banyak hal, karena masing-masing kita telah disibukkan dengan berbagai aktivitas kehidupan pribadi bersama keluarga dan tanpa disadari telah menjadikan diri kita terlupa pada teman sebaya.

Kini dengan dunia teknologi yg semanking pesat kemajuannya kita bisa berkomunikasi dengan lancar kembali teman-teman, sebagai bukti bahwa teman kita masih ada. Meski bukan berarti bahwa teman-teman kita yang tidak sempat berkomunikasi lewat media social atau komunikasi lain. Mereka tetap ada bersemayam di hati kita, baik yang masih ada maupun yang sudah tiada. Sebab seseorang akan terasa menjadi “ada” ketika orang itu telah tiada, atau berada jauh di pelupuk mata, dan kita hanya bisa mengenang kebaikan-kebaikannya. Sementara yang sudah tiada, semoga mereka mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Oleh karena itu, selagi bisa, mari kita bertatap muka, kita pemerkan batang hidung kita, sebagai bukti bahwa kita masih ada, belum tiada; sebab kita masih bisa bersilaturahmi, berbeda dengan teman-teman kita yang memang sudah tiada. Hakikatnya, bentuk panjang usia adalah silaturahmi kita, ketika kita masih bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita.